Gelar Pesta Pernikahan Mewah Ditengah Corona Hingga Dipecat, Ini 10 Potret Kapolsek Fahrul Suami Seleb Rica Andriani, Gaya Hidup Diusut Polisi!

Rica Andriani menggelar pesta pernikahan mewah dengan Kompol Fahrul Sudiana di sebuah hotel pada 21 Maret 2020 lalu. Padahal pemerintah sudah membuat larangan bagi masyakarat untuk menyelenggarakan acara yang melibatkan banyak orang di tengah wabah virus corona ini.

Gara-gara hal itu, Fahrul bahkan harus menerima konsekuensi dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Kembangan, Jakarta Barat.

Kompol Fahrul Sudiana bukanlah sosok yang sembarangan. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kapolsek Kembangan, Jakarta Barat.

Sponsored Ad

Namun gara-gara ia nekat menggelar pesta pernikahan mewah dengan Rica Andriani, kini Kompol Fahrul harus rela melepas jabatannya itu.

Sponsored Ad

Terhitung sejak hari ini, (2/4), Kompol Fahrul dimutasikan ke Polda Metro Jaya sebagai analis kebijakan.

Kompol Fahrul dianggap melanggar disiplin dan Maklumat Kapolri yang melarang kegiatan bersifat mengundang massa.

Sponsored Ad

Rica dan Kompol Fahrul menggelar pesta pernikahan mewah mereka di Hotel Mulia, Jakarta Pusat pada 21 Maret 2020 lalu.

Ribuan tamu diperkirakan hadir dalam acara yang digelar oleh Kompol Fahrul dan Rica.

Sponsored Ad

Sejumlah selebgram yang jadi teman dekat Rica pun tampak hadir di acara tersebut. Misalnya saja Awkarin dan Sarah Gibson.

Sponsored Ad

Bahkan foto-foto acara pedang pora yang digelar Kompol Fahrul dan Rica viral di media sosial.

Setelah berita tentang pernikahan mereka viral, hingga kini masih belum ada klarifikasi dari pihak Kompol Fahrul dan Rica.

Sponsored Ad

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky angkat bicara terkait pemecatan Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana karena menggelar acara pernikahan mewah di Hotel Mulia Senayan, Jakarta saat pandemi Covid-19 tengah mewabah.

Fahrul dicopot dari jabatannya karena dianggap melanggar isi Maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz bernomor MAK/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020.

Poengky menyoroti resepsi pernikahan Fahrul yang digelar secara mewah di Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Dia meminta agar Propam Polda Metro Jaya juga dapat mengusut apakah ada pelanggaran terkait pesta nikahan tersebut.

Sponsored Ad

Hal itu disampaikan Poengky merujuk imbauan Kapolri Idham Azis yang melarang anggota Polri untuk bergaya hidup mewah sebagaimana tertuang dalam surat telegram bernomor ST/30/XI/HUM 3.4/2019/DIVPROPAM tanggal 15 November 2019.

"Sungguh memprihatinkan ketidaksensitifan yang bersangkutan terhadap dua hal ini. Dan saya harapkan Propam tidak hanya memeriksa terkait pelanggaran Maklumat Kapolri, melainkan juga memeriksa kemungkinan adanya pelanggaran terkait gaya hidup mewah," kata Poengky saat dihubungi, Kamis (2/4/2020).

Sponsored Ad

Dia menyayangkan sikap Fahrul yang dinilai telah melanggar isi Maklumat Kapolri. Sebagai anggota Polri, Fahrul semestinya menurut Poengky bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk mematuhi imbauan Pemeirntah dan Maklumat Kapolri.

"Saya sangat prihatin ada anggota Polri dengan level Kapolsek melanggar Maklumat Kapolri. Sebagai pimpinan keamanan wilayah kecamatan, yang bersangkutan seharusnya bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," kata dia.

Sponsored Ad

Sebelumnya, acara pernikahan Fahrul yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta mendadak viral di media sosial. Pasalnya pernikahan itu digelar setelah Maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz dikeluarkan pada 19 Maret 2020.

Buntut dari pesta mewah itu, Fahrul telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Kembangan. Sanksi atas kasus ini, dia kini dimutasi sebagai analis kebijakan di Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, Maklumat Kapolri tidak hanya berlaku bagi masyarakat saja, melainkan juga bagi seluruh anggota Polri.

"Berdasarkan perintah Kapolda Metro Jaya, sejak hari ini yang bersangkutan dimutasikan ke Polda Metro Jaya sebagai analis kebijakan," kata Yusri, Kamis.

Diketahui, Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) itu ditandatangani Idham tertanggal 19 Maret 2020. Idham pun menginstruksikan personelnya untuk menertibkan masyarakat yang masih berkerumun dan berkumpul di tengah wabah Covid-19.

Berdasarkan isi maklumat tersebut, setidaknya ada lima jenis kegiatan massa yang dapat dibubarkan. Di antaranya;

Pertama, pertemuan sosial, budaya, keagamaan, dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan, dan kegiatan lainnya yang sejenis.

Kedua, kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga.

Ketiga, kegiatan olahraga, kesenian, dan jasa hiburan.

Keempat, unjuk rasa, pawai, dan karnaval.

Kelima, kegiatan lain yang menjadikan berkumpulnya massa.

Sumber: Line Today

Kamu Mungkin Suka