Heran Uang Hasil Narik Taksi Online Berubah Jadi 8 Lembar Daun Kering, Ternyata Penumpang Terakhirnya Adalah Sosok Menyeramkan Ini!

Kisah aneh bin ajaib datang dari netizen asal Malaysia. Di media sosial Twitter, akun bernama @Nadnarcotic membeberkan cerita yang bikin mengernyitkan dahi. Ia mengatakan bahwa suaminya adalah seorang driver sebuah taksi online di sana. Suatu hari, pasangannya itu pulang ke rumah dengan membawa delapan lembar daun.

"Daun itu seharusnya adalah uang yang dibayarkan penumpang. Ia sangat yakin bahwa dirinya menerima uang asli tapi begitu memeriksa dompetnya, itu bukan uang. Delapan daun itu mewakili tarif 8 ringgit," klaimnya.

Sponsored Ad

Kicauannya itu pun menjadi viral. Tak kurang dari 19 ribu retweet dan 8 ribu like diterima cuitannya itu.

Sponsored Ad


Namun, ceritanya tidak berhenti sampai di situ. Akun tersebut mengatakan bahwa suaminya merasa penumpang tersebut berasal dari Indonesia. Hal itu diyakininya dari gaya perempuan tersebut dalam berbicara.

Selain itu, perempuan tersebut juga dijelaskan oleh suaminya gemar tertawa. Bahkan, ketika mobil yang dikendarai itu mengenai lubang jalan, perempuan tersebut juga tertawa.

Jika mau dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis, perempuan asal Indonesia yang gemar tertawa bisa jadi adalah Kuntilanak. Sekadar informasi, ia dikenal sebagai Pontianak di Malaysia.

Sponsored Ad

Menariknya, itu bukan pertama kali suaminya mendapat 'penumpang gaib'. Akun @Nadnarcotic juga menceritakan bahwa pasangannya itu sempat mendapat penumpang seorang nenek yang tujuannya itu ke dekat sebuah kuburan.

Lalu, begitu sampai di sana, si nenek itu hilang begitu saja. Lucunya, 'penumpang gaib' tersebut menggunakan kode promo dalam perjalanan tersebut. Ternyata 'hantu' pun juga suka promo-promo seperti manusia.

Terkait dengan uang yang berganti dengan daun itu, fenomena tersebut dikatakan oleh seorang warganet merujuk pada ilmu tarik duit. Di Malaysia dan Indonesia, praktik tersebut memang beberapa kali sempat terdengar.

Sponsored Ad

Di Negeri Jiran pun, dilaporkan baru saja ditangkap dua WNI selaku sindikat penipuan batu delima yang digunakan untuk upacara tarik duit. Dua orang laki-laki tersebut sudah beroperasi sejak awal 2018 di daerah Kota Tinggi dan Johor.

Pihak kepolisian menyebut sudah ada 11 kasus yang dilaporkan. Dari situ, korban mengalami kerugian, secara kumulatif, sebanyak 118 ribu ringgit, atau lebih dari Rp 400 juta.

"Sindikat ini meyakinkan korban bahwa batu delima itu bisa digunakan untuk upacara tarik duit dan menyembuhkan penyakit," ujar pihak kepolisian, sebagaimana detikINET kutip dari Sinar Harian, Senin (12/11/2018).

Upacara tarik duit sendiri adalah sebuah kegiatan yang tujuannya untuk mendatangkan uang. Biasanya ada mahar yang dibutuhkan sebagai ganti uang yang diterima nantinya. Nah, duit tersebut akan berganti menjadi daun atau kertas biasa dalam beberapa waktu.


Sumber: Inet