Desa di Tiongkok Ini Mayoritas Penduduknya Panjang Umur, Ada yang Sampai 128 Tahun dan Masih Melahirkan di Umur 61!

Tiongkok adalah negara dengan penduduk terpadat di dunia dengan jumlah penduduk sebanyak 1,4 miliar jiwa. Seperti yang kita tahu bahwa sekarang ini Tiongkok telah menjelma menjadi negara besar yang memiliki perkembangan sangat pesat, baik dalam bidang teknologi, ekonomi dan hal lainnya. Namun, tanpa disadari perkembangan ini malah membuat tingkat polusi di kota-kota besar pun meningkat. Begitu pula dengan di daerah pedesaan. 

Sponsored Ad

Salah satu desa di Tiongkok, yaitu Desa Bama dulunya terkenal dengan udara serta air yang bersih. Desa Bama juga memiliki rahasia umur panjang dan menjadi salah satu tempat di dunia dengan penduduk berusia tertua terbanyak. Menurut data, menurut sensus di tahun 2000, terdapat 70 orang yang berusia di atas 100 tahun. Hanya saja, begitu berita ini tersebar luas, banyak orang membuka usaha di desa ini, membuat turis datang untuk menginap dalam jangka waktu yang cukup lama. Jumlah turis bahkan sampai melebihi penduduk asli yang ada di sana yang kemudian berdampak buruk bagi penduduk asli.

Sponsored Ad

Kedatangan begitu banyak turis membuat penduduk usia lanjut merasa sangat terganggu dan membuat saluran air menjadi kotor, karena terlalu banyak orang yang tinggal di sana. Terakhir kabarnya hanya ada 2 orang saja yang masih hidup lebih dari 100 tahun. Desa-desa yang asri sekarang telah berubah menjadi tempat wisata.

Contoh penduduk Desa Bama yang bisa hidup hingga lebih dari 100 tahun adalah Luo Meizhen. Berdasarkan laporan media setempat, Luo Meizhen lahir pada 9 Juli 1885. Di tahun 2010 lalu, Luo Meizhen dinobatkan sebagai orang tertua di Tiongkok berdasarkan laporan yang dirilis oleh Geriatric Society of China. Di tahun 2010, Luo Meizhen menduduki peringkat pertama dengan usia menginjak 125 tahun. Luo Meizhen sendiri lahir di masa akhir Dinasti Qing dan telah hidup lebih dari 1 abad.

Sponsored Ad

Luo Meizhen memiliki 5 orang anak, yaitu 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Lebih mencengangkannya lagi, putra bungsunya lahir pada saat dirinya sudah menginjak usia 61 tahun. Hal ini sungguh membuat banyak orang tercengang!

Sponsored Ad

Menurut anggota keluarga, Luo Meizhen adalah orang yang selalu bekerja keras sepanjang hidupnya. Luo Meizhen sendiri adalah seorang vegetarian, yang sangat menyukai sayuran hijau. Selain itu, Luo Meizhen tidak pernah pilih-pilih makanan. Ia akan memakan makanan apapun yang ada.

Tidak hanya makan makanan sehat, gaya hidup Luo Meizhen pun sangat baik. Ia tidak merokok atau minum-minum. Ia selalu bergerak, seperti memberi makan babi, naik gunung untuk mengambil bambu dan akan tidur setiap 9 malam hingga jam 6 pagi setiap harinya. Gaya hidupnya sangat teratur. Luo Meizhen sendiri akhirnya beristirahat untuk selama-lamanya di tahun 2013 di usia 128 tahun.

Sponsored Ad

Luo Meizhen pernah mengatakan bahwa agar hidup panjang umur, sebenarnya tidaklah sulit. Agar bisa panjang umur, pertama-tama manusia harus berperilaku yang baik, untuk diri sendiri maupun orang lain. Bersikap toleransi dan juga selalu optimis. Cintai dan syukuri semua hal yang terjadi dalam hidup dan selalu berikan cinta kasih pada orang lain.

Sponsored Ad

Kedua, setiap manusia harus memiliki gaya hidup sehat. Jangan makan secara berlebihan, lebih baik berhenti sebelum kenyang. Makan banyak sayur dan buah, kurangi konsumsi protein dan karbohidrat. Ketiga, sering berolahraga. Mengapa orang desa lebih sehat dan jarang sakit, itu semua karena mereka mengerjakan semuanya sendiri. Mereka bertani di bukit dan selalu menggerakkan tubuhnya.

Selain Luo Meizhen, ada Huang Meigen, seorang nenek yang berusia 98 tahun dan ia sangat optimis bisa mencapai usia 100 tahun. Huo Meigen mengatakan bahwa dirinya selama ini menghindari godaan makanan modern, walaupun enak, tapi kebanyakan membuat orang gemuk.

Sponsored Ad

Huang Meigen mengatakan bahwa selain gaya hidup dan pola makan, manusia bisa berumur panjang karena hidup bersama orang-orang baik. Gaya hidup di Desa Bama memang sangat sehat dan tanpa tekanan. Ia mengatakan bahwa di desa ini, orang-orang terbiasa saling berbagi dan tolong-menolong.

Wah, jadi ternyata itu rahasianya mengapa orang-orang di Desa Bama bisa hidup panjang umur...


Sumber: Toutiao