Perusahaan Hongkong Sebut Indonesia Paling Berisiko Corona Di Dunia, Ternyata Sederet Faktor Ini Penyebabnya!

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya. Ratusan kasus baru dikonfirmasi nyaris setiap hari menyebabkan jumlahnya makin tak terbendung.

Situasi itu pun tak luput dari perhatian dunia, termasuk perusahaan modal ventura asal Hong Kong, Deep Knowledge Ventures (DKV). Sebagai informasi, perusahaan modal ventura merupakan investor penyuntik dana untuk bisnis berbasis teknologi seperti kecerdasan buatan maupun fintech.

Menurut DKV, Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko COVID-19 paling tinggi di dunia. Tak main-main, Indonesia menyabet posisi kedua, tepat di bawah Italia yang belakangan menuai sorotan internasional.

Sponsored Ad

Seperti diketahui, jumlah kasus positif berikut angka kematian akibat COVID-19 di Italia begitu tinggi. Di belakang Italia dan Indonesia ada Spanyol, Irak, Iran, Belanda, dan Prancis.

Lewat situs resminya, DKV turut merilis pula daftar negara yang diklaim memberikan perawatan terbaik terhadap pasien positif COVID-19. Daftar itu diisi oleh beberapa negara yang sejatinya sudah sering didengar namanya, seperti Singapura, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, dan Tiongkok.

Sponsored Ad

Sedangkan Israel menjadi juara di daftar negara yang paling aman dari wabah virus Corona. Disusul di belakangnya adalah Singapura, Slovakia, Selandia Baru, dan Hong Kong.

Keberadaan Indonesia di daftar negara berisiko tinggi terhadap COVID-19 sebenarnya bukan lagi barang mengejutkan. Tingkat kematian akibat Corona di Tanah Air memang begitu tinggi, acapkali menembus 8, bahkan hampir 9 persen.

Oleh karena itulah Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menetapkan status merah atau level tertinggi untuk travel warning dari dan ke Indonesia. Lewat situs resminya, Kemenlu AS meminta warga negaranya yang tetap bersikeras ke Indonesia wajib memiliki kepastian rencana pulang yang tidak bergantung dengan pendampingan pemerintah.

Sponsored Ad

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia juga mengimbau warganya agar segera kembali. "Warga negara AS yang saat ini tinggal di Indonesia harus mempersiapkan kepulangan sesegera mungkin, kecuali mereka yang menetap untuk waktu lama," demikian kutipan pernyataan dari Kedubes AS, dilansir Kumparan.

Perkembangan kasus positif COVID-19 di Indonesia memang mengkhawatirkan karena tingginya laju penambahan dalam sehari. Bahkan tingkat kematiannya merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.

Hingga kemarin (30/3) tercatat ada 1.414 kasus positif COVID-19. Namun angka yang kian riskan ini tak membuat pemerintah berniat menempuh opsi lockdown atau karantina wilayah.

Sumber: wow keren

Kamu Mungkin Suka