Viral Curhatan Pasien Corona Minta Tolong Ke Jokowi Sebelum Meeninggal, Presiden Panen Kritik Mengabaikan?

Laju jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia memang nyaris tak terkendali. Seperti hari ini (28/3), pemerintah mengonfirmasi tambahan lebih dari 100 kasus dalam sehari sehingga totalnya mencapai 1.155 kasus positif.

Sayangnya peningkatan besar-besaran pasien positif COVID-19 ini tak diimbangi dengan SDM serta peralatan medis yang memadai. Sehingga beberapa kali ada pasien, baik yang sudah positif maupun baru menjadi PDP (pasien dalam pengawasan) harus ditelantarkan pihak medis.

Sponsored Ad

Beruntung bila pasien tersebut bisa bertahan, namun tak sedikit pula yang akhirnya berakhir dengan kematian. Salah satunya dialami oleh seorang jurnalis berinisial WD dari Tangerang.

Kekinian WD dikabarkan meninggal dunia dengan status sebagai PDP Corona. Namun kisah menyedihkan di balik kematiannya lah yang belakangan ramai dibicarakan di media sosial.

Pasalnya WD ternyata pernah mencoba menghubungi Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terkait dengan penanganan pasien. WD menyebut dirinya sebagai pasien tak diperlakukan dengan baik oleh tenaga medis.

Sponsored Ad

"Pak Jokowi & Dr Terawan. Smg Bpk2 sehat. Pak, mhn bantuannya RS rujukan," cuit WD lewat akun Twitter-nya. "Sy ke RSUD Kab Tangerang, 5 jam tanpa tindakn. Sy tidak kuat. Skrg sy di Eka Jaya Hospital, BSD. Hrs balik lagi ke RSUD. Mhn maaf mrepotkn. Trm ksh."

Sayang cuitan WD tak diindahkan oleh Jokowi, atau setidaknya pengelola akun media sosial sang presiden. Hal inilah yang lantas membuat publik meradang dan mengarahkan kritikan pedas kepada sang presiden.

Sponsored Ad

"Apa gunanya akun @jokowi klo tdk merespon keluhan rakyat yg pertolongan..," cuit @EC****ty. "Ngadu ke akun jokowi gak bakal direspon sampai pasien nya meninggal," imbuh @Th*****di.

Di sisi lain, pihak RS Tangerang sudah memberikan klarifikasinya atas kejadian yang ada. Pihak RS menegaskan sudah ada pemberian arahan namun terjadi mispersepsi hingga pasien secara mandiri meninggalkan rumah sakit.

Sumber:wow keren

Kamu Mungkin Suka