Tega, Dulu Ceraikan Istri Siri Yang Sedang Hamil Lewat BBM, Rima Beberkan Bukti Kakak Uje Telantarkan Anak: "Saya Tidak Memfitnah!"

Rumah tangga Ustaz Aswan pernah diguncang prahara pada 2015 silam.

Ketika itu, muncul seorang perempuan bernama Rima Idris ke hadapan publik.

Dia mengaku diceraikan Sang Ustaz hanya melalui Blackberry Messenger atau BBM.

Padahal pernikahan siri tersebut baru dijalani selama 2 tahun 7 bulan.

Kemunculan Rima di hadapan publik ini direspon dengan tenang oleh pihak Ustaz Aswan.

Dilansir Tribun Jabar, melalui kuasa hukumnya, Ustaz Aswan membeberkan semua alasannya bercerai dengan Rima.

Sponsored Ad

"Perceraian terjadi pada jutaan orang. Perkawinan itu hubungan perdataan," jawab Sulasmo salah satu kuasa hukum Ustaz Aswan kepada wartawan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dikutip dari laman Tribun Jabar, Senin (02/12/2019).

"Kalau salah satu pihak tidak mau, hakim tidak bisa memaksakan."

Meski telah menalak cerai Rima, Ustaz Aswan berjanji akan bertanggung jawab membesarkan anaknya dari Rima, dan tak akan menelantarkannya.

Pihak Aswan juga membuktikannya dengan memberikan bantuan materi untuk membesarkan anaknya.

Sponsored Ad

"Tadi sudah dijelaskan. Tanggal 22 Oktober terjadi transaksi perbankan," jawab Sulasmo.

Bukti tersebut sekaligus digunakan pihak Ustaz Aswan untuk membantah tuduhan pihak Rima, yang selama ini menyebut sang ustaz telah menelantarkan anaknya.

Sponsored Ad

Saat melakukan jumpa pers, sang ustaz pun akhirnya angkat bicara.

"Saya kan sudah menekankan, saya ini bukan takut sama Rima, tapi takut sama Allah. Saya enggak takut sama siapa-siapa tapi karena Allah," katanya.

"Itu tanggungjawab saya dunia akhirat. Kebetulan anaknya masih kecil banget."

Setelah mendengar pernyataan dari pihak Ustaz Aswan, Rima mengaku hanya ingin anaknya diakui oleh sang ustaz.

"Pertama, ya minta pengakuan, bukan secara hukum, akui saja kalau buah cinta ada, anak. Karena mbak RP ini enggak nuntut apa-apa, hanya minta diakui," ungkap Ina Rachman, kerabat sekaligus pengacara Rima, dikutip dari laman Wiken.

Sponsored Ad

Melalui Ina, Rima mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan melanjutkan permasalahannya ke ranah hukum, dengan syarat sang ustaz mengakui anaknya.

Rima juga menuntut perhatian sang ustaz kepada anaknya, seperti yang telah dijanjikan sebelumnya.

Sponsored Ad

"Maaf bukan saya tidak menghargai, tapi kalau dibagi itu bisa dikatakan beli susu sama pampers anak belum cukup."

"Tapi saya menekankan yang saya inginkan cinta, perhatian, tanggung jawabnya kepada anaknya. Kan beliau sudah berjanji tanggung jawab dunia akhirat pada anaknya."

"Mengunjungi, ngajak main, akhirat bisa ajarkan mengaji. Tapi janji tersebut beliau mengucapkan dari anaknya lahir bilang bertanggung jawab dunia akhirat tapi mana buktinya?"

Sponsored Ad

Lebih parahnya lagi, Rima mengungkapkan bahwa sampai usia anaknya menginjak 3 tahun, sang ustaz tak pernah memberi perhatian seperti yang diumumkan dalam jumpa pers.

"Sampai anak saya usia tiga tahun mana janjinya? Saya tidak berbohong. Saya mengatakan apa adanya, apa yang saya rasakan. Janji yang katanya orang mengerti agama. Kalau saya memfitnah, saya ini siapa? Saya bisa dipenjara. Saya bukan siapa-siapa. Saya enggak berani memfitnah," kata Rima.

Sumber: suar

Kamu Mungkin Suka