Cekcok Dengan Polisi, Viral Video Wakil Rakyat Ngamuk-Ngamuk Gara-Gara Hal Ini: "Gak Takut Maati, Aku Telan Corona!"

Media sosial dihebohkan dengan sebuah video seorang anggota DPRD Medan Edi Saputra marah dan menyebutkan dirinya akan menelan virus korona karena tak takut mati. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (30/3) ketika Edi melayat salah satu rekannya sesama politisi yang meninggal dengan status PDP korona di Jalan Air Bersih, Kota Medan. Almarhum ialah kader dari Partai PAN.

Ketika menyambangi rumah duka, Edi terlibat cekcok dengan anggota polsek Medan. Edi geram karena menganggap prosedur yang dilakukan oleh kepolisian saat menangani jenazah rekannya itu keliru, Edi emosi saat polisi meminta agar jenazah langsung dimakamkan tanpa disemayamkan di rumah duka.

Sponsored Ad

“Cara abang itu salah, nanti abang kutuntut,” ujar Edi pada polisi setempat

Dalam video berdurasi sekitar dua menit itu terdengar Edi Saputra kerap menyebut dirinya sebagai anggota DPRD Medan. Saat cekcok pihak kepolisian mencoba untuk menjelaskan prosedur penanganan korban korona, dan tetap akan melakukan sesuai tugasnya. Namun Edi bersikeras menentang.

Sponsored Ad

“Kami panggil kalian nanti, berlebihan kalian itu, jangan begitu, aku aja gak takut mati, kenapa kalo mati?, matinya itu. Tembak aja kami biar mati. Siapa bilang positif (korona), kalian aja polisi,” ujar Edi dengan nada tinggi

Dalam video itu juga terdengar Edi menantang agar polisi memberinya virus korona untuk ditelan, sebagai bukti Edi tidak takut dengan virus dan kematian. “Sini virus koronanya, biar saya telan,”kata Edi

Video itu diunggah oleh @Sammisoh di Twitter, kemudian viral setelah @txtdrpemerintah memposting ulang video tersebut. Kini video anggota DPRD Medan telah ditonton sebanyak 39.200 kali di Twitter, dan memperoleh 277 retweets serta 723 likes

Sponsored Ad

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus korona Sumatera Utara, dr. Aris Yudhariansyah menuturkan bahwa sebelumnya ada satu yang berstatus PDP kemudian meninggal dunia usai dirawat di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Madani Medan.

PDP itu berjenis kelamin laki-laki, ia juga menjelaskan mengenai petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD) menangani jenazah merupakan sesuai dengan prosedur yang berlaku

“Apalagi berdasarkan gejala itu mengarah ke sana, kan ada standar penanganan jenazah yang diduga Covid-19, itu standar Kemenkes. Kalau gejala sakitnya, mungkin dokter yang merawat yang lebih paham,” ujar Aris

Sumber: Line Today

Kamu Mungkin Suka