Ikut Ayah Jualan Siomay, Ketika Ditanya “Mana Ibunya?” Jawaban Anak Ini Bikin Hati Netizen Terenyuh!

Viral Pedagang Siomay asal Lampung gendong anaknya sambil berjualan keliling menjajakan dagangan dengan mendorong gerobak. Kini ia diundang tampil di Hitam Putih.

Sponsored Ad

Pedagang Siomay tersebut asal Jatimulyo Lampung Selatan bernama Jaya. Ia berjualan keliling sambil menggendong anaknya yang berusia tiga tahun. Usai acara, Deddy Corbuzier lalu memberikan modal usaha uang sejumlah Rp 10 juta kepada Jaya. Modal tersebut diberikan Deddy sesuai keinginan Jaya yang ingin membuka warung siomay di tempat tinggalnya agar tidak lagi berjualan keliling dengan membawa anaknya.

Sponsored Ad

"Ini untuk modal usaha, mungkin bisa untuk membuka kios supaya anaknya tidak ikut jualan keliling lagi," kata Deddy.

Sponsored Ad

Dalam acara Hitam Putih, Jaya juga membeberkan alasannya membawa anaknya saat berjualan. Jaya diundang ke acara talkshow karena menjadi pembicaraan di Twitter.

Hal itu berawal dari sebuah akun Twitter bernama @motikatrok yang memposting foto Jaya tengah melayani pembeli di kawasan Jatimulyo, Lampung Selatan. Jaya terlihat menggendong putrinya bernama Wulan yang terlelap. Deddy Corbuzier lalu menanyakan tentang alasan Jaya mengajak anaknya yang masih berusia tida tahun untuk ikut berjualan siomay.

Sponsored Ad

"Anda kenapa harus bawa anak Anda ketika jualan?" tanya Deddy Corbuzier.

Sponsored Ad

Jaya mengaku istrinya telah menghadap Tuhan. Ia tidak tahu harus menitipkan anaknya pada siapa. Istrinya menghadap Ilahi karena sakit pada Agustus 2018 lalu.

"Karena saya sebagai bapak harus tanggung jawab ke anak. Udah nggak ada lagi ibunya."

Bukannya tak berusaha, Jaya sempat berpikir untuk menitipkan putrinya kepada neneknya. Tetapi ia urungkan karena sang nenek juga tengah tak sehat.

Sponsored Ad

"Dititipin ama neneknya. Neneknya udah tua juga. Udah ada penyakit sesak napas. Jadi saya kasihan juga. Lebih baik saya bawa. Sebagai ayahnya, saya tanggung jawab," ceritanya.

Setiap hari, ia berjualan siomay keliling dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Namun, saat siomay dagangannya tak kunjung laku, ia terpaksa pulang hingga pukul 20.00 WIB.

Sponsored Ad

"Terkadang sampai jam delapan malam," jawabnya.

Dalam acara itu, Jaya juga menyampaikan harapannya untuk membuka sebuah warung siomay. Sehingga ia tak perlu lagi mengajak sang anak berjualan keliling.

"Pengen jualan sendiri pakai gerobak sendiri biar anak bisa duduk," ujarnya.

Nah dari kisah ini kita belajar bahwa ternyata masih banyak orang yang hidupnya lebih susah dari kita namun tetap punya daya juang yang tinggi dan tidak banyak mengeluh! Semoga kita juga bisa sekuat Pak Jaya ya!


Sumber : Grid 

Kamu Mungkin Suka