Heboh Kalung Antivirus Dipakai Banyak Artis, Niat Cegah Corona, Ternyata Para Dokter Bongkar Kandungan Berbahaya Terlarang Se-Asia, Jangan Ketipu!

Beragam upaya dilakukan orang untuk mencegah terpapar dari virus korona baru COVID-19, yang hingga hari Senin (30/3), telah ada lebih dari 720 ribu kasus di seluruh dunia. Salah satunya yang kini tengah marak dikenakan orang hingga artis-artis ternama asal Indonesia, adalah kalung antivirus, seperti yang terlihat pada tweet dari @Suciashrirswn yang kini telah disukai ribuan orang. 

Pada foto tersebut, terlihat Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, hingga Ruben Onsu serta Arsy dan Arsya Hermansyah mengenakan kalung berwarna biru yang terlihat seperti ID Card pada umumnya.

Sponsored Ad

Kalung yang disebut sebagai penangkal virus tersebut diklaim dapat mencegah penularan virus, termasuk virus COVID-19. Dijual di berbagai e-commerce, kalung yang dibuat di Jepang ini disebut mengandung klorin dioksida pada level rendah, serta diklaim produsennya dapat secara efektif memblokir bakteri dan virus di udara, sehingga mencegah kemungkinan terinfeksi. 

Sponsored Ad

Namun ternyata, kalung anti virus tersebut merupakan salah satu hoax yang sedang marak di media sosial. Produk tersebut belum teruji secara klinis dan para ahli virologi dan imunologi mengatakan bahwa klorin dioksida bersifat sangat korosif, dapat menyebabkan iritasi mata dan gangguan saluran pernapasan. 

Produk yang memiliki label sertifikasi palsu itu tergolong sebagai pestisida yang kini telah dilarang masuk ke AS. Berbagai situs jual beli di luar negeri seperti eBay dan Facebook telah memblokir penjualan produk ilegal tersebut. Pemerintah Thailand dan Vietnam juga dikabarkan telah menyita produk tersebut dari pasaran. Berita selengkapnya klik di sini.

Sponsored Ad

Dr. Jiemi mengungkapkan hal itu melalui sebuah cuitan di akun twitter pribadinya.

Sponsored Ad

"Gaes gaes, ga usah buang uang buat beli name tag yang dimahalin ya. Ga ada bukti benda ini efektif mencegah penularan COVID," tulisnya.

Dokter Jiemi juga bahkan lebih menyarankan untuk mencuci tangan daripada memakai kalung itu.

"Cuci tangan menggunakan sabun (apa aja) dengan air mengalir malah lebih baik," tambahnya.

Sponsored Ad

Sebelumnya, dr. Listya Paramita, Sp. KK atau yang akrab disapa dokter Mita juga mengatakan bahwa ini merupakan hoax.

"Kono kabarnya benda ini lagi naik daun, memanfaatkan "kepanikan" dan "ketidaktahuan" masyarakat, apapun dengan embel-embel anti virus pasti laris..ternyata, HOAX!!!!!" ungkap dr. Mita.

Sponsored Ad

Menurut dr. Mita, banyak orang yang memanfaatkan keadaan dengan menggunakan artis sebagai media promosi.

"Di negara lain di banned, di Indonesia laris manis tanjung kimpul karena kita terbiasa nggumunan, dan tentu saja FOMO. Oh si artis itu pake, aku juga pake ah...ya boleh aja sih beli, tapi ya gak usah mengharapkan apa-apa dari benda kalung so called "virus shout out ini" buat hiasan doang ya bolehlah..." jelasnya.

"Emang di Indo tuh paling gampang jualan beginian. Bahasa inggrisin aja semua penjelasannya + tambahin bahasa kimia dikit. Langsung laris manis dagangan. Ojo gumunan ojo kagetan, apa-apa itu dilihat dulu, benar apa gak infonya, valid gak infornya," ujar dr. Mita.

Sponsored Ad

Kalung virus shout out ini berasal dari Jepang dan diklaim sebagai kalung yang dapaf menangkal virus.

Padahal ternyata di Jepang sendiri, produk itu dilarang untuk diperjual belikan.

"Jadi itu gantungan leher kandungannya chlorine dioxide, salah satu bahan disinfektan. Tapi dipakenya digantungin doang. Logikanya, kaya kalian gantungin dettol di leher, bisa buat anti virus gak? Ya kagaaa wong ga dilap ke bagian-bagian yg mau dibersihin," tambahnya.

Sponsored Ad

Menurut dr. Mita, jika benda seharga ratusan ribu itu terbukti ampuh, para dokter tidak akan lagi butuh APD saat tangani pasien.

Sumber: FameLine Today

Nagita hingga ayu tingting kenakan kalung anti virus


Kamu Mungkin Suka